MUHAMMAD AL FATIH “Penahlukan Konstantinopel”… 2

Pada tanggal 18 April, meriam-meriam berhasil menghancurkan pagar yang terletak di lembah Lycus di bagian barat. Perang semakin berkecamuk, namun karena celah terlalu sempit banyak pasukan Muslimin terkena panah, tombak dan lemparan-lemparan yang lain. Setelah dirasa cukup menghadirkan ketakutan, pada malam hari Al Fatih mengeluarkan perintah untuk menarik mundur pasukannya.

Pada hari yang sama, pasukan laut juga menyerang Teluk Tanduk Emas dengan menghancurkan rantai-rantai. Namun, pasukan Byzantium dan pasukan dari persatuan Eropa berhasil menghadang armada laut Islam dan menghancurkan beberapa kapal.

Dua hari setelah pertempuran pada tanggal 18 April, Al Fatih memimpin langsung pertempuran armada laut Ustmani dengan beberapa kapal Eropa yang berusaha untuk sampai di Teluk Tanduk Emas untuk memberikan bantuan pasukan laut Byzantium. Al Fatih mengirimkan pesan kepada armada lautnya, “Pilihanmu adalah menguasai kapal-kapal tersebut atau menenggelamkannya. Jika engkau tidak berhasil, maka jangan kembali lagi dalam keadaan hidup.”

Sebuah ide cemerlang muncul dalam benak Muhammad Al Fatih. Yaitu memindahkan kapal-kapal menuju Teluk Tanduk Emas melalui jalur darat dengan cara menariknya. Jarak tempuh yang harus dilalui sekitar tiga mil dengan medan perbukitan terjal.

Kapal-kapal mulai berjalan dari Teluk Bosporus menuju daratan, kemudian ditarik di atas kayu yang sudah diolesi minyak dan lemak. Pasukan Ustmani berhasil menarik lebih dari tujuh puluh kapal laut. Pada saat musuh sedang lalai, kapal-kapal itu kemudian diturunkan di Teluk Tanduk Emas. Operasi ini dilakukan pada malam hari, dan dipimpin langsung oleh Muhammad Al Fatih. Semua operasi ini dilakukan dalam satu malam.

Salah seorang ahli sejarah Byzantium mengungkapkan kekagumannya : “Kami tidak pernah melihat dan mendengarkan hal yang luar biasa seperti ini. Muhammad Al Fatih telah mengubah tanah menjadi laut dan menyeberangkan kapal-kapalnya di atas bukit sebagai pengganti gelombang. Muhammad Al Fatih benar-benar mengungguli Aleksander The Great dengan apa yang ia lakukan. ”

Keberadaan kapal-kapal kaum Muslimin di Teluk Tanduk Emas mempunyai peranan besar. Para prajurit pelindung kota dapat dilemahkan, sehingga memaksa pasukan yang berjaga di benteng lain untuk memperkuat benteng di Teluk Tanduk Emas. Memang di Teluk tersebut adalah benteng terlemah, namun karena dilindungi oleh rantai sehingga pasukan Byzantium lalai dan hanya berfokus melindungi benteng-benteng yang lain.

Pasukan Ustmani juga melakukan hal yang mengagumkan. Mereka membuat lubang-lubang terowongan di bawah tanah dari berbagai lokasi untuk masuk ke dalam kota. Namun, straregi ini diketahui oleh pasukan Byzantium. Pasukan Byzantium menggali terowongan agar pasukan Muslimin mengira itulah terowongan jalan masuk menuju kota. Namun, tiba – tiba pasukan Muslimin dikejutkan oleh siraman minyak dan kemudian dibakar. Sehingga pasukan Muslimin mengalami sesak nafas dan yang lain terbakar.

Kegagalan itu lantas tak menyurutkan semangat kaum Muslimin. Mereka mulai menggali lagi terowongan di tempat yang berbeda. Terowongan itu dibuat memanjang dari Akra Pabu dan tepian Teluk Tanduk Emas. Terowongan ini terus dibuat sampai akhir-akhir masa pengepungan. Ini menyebabkan masyarakat Konstantinopel mengalami ketakutan yang luar biasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s