MUHAMMAD AL FATIH “Penahlukan Konstantinopel”…. 3

Rasa takut kembali menghinggapi pasukan penjaga kota saat pasukan ustmani membuat benteng kayu yang tinggi dan besar, yang dapat bergerak dan terdiri dari 3 tingkat. Pada tingkat atas bersiap pasukan pemanah, yang akan memanah siapa saja yang kepalanya muncul di atas benteng.

Muhammad Al Fatih semakin yakin kalau kota ini tidak lama lagi akan jatuh. Meskipun demikian, beliau tetap berusaha memasuki kota ini secara damai. Negosiasi pun dilakukan, namun kaisar menolak dan memilih perang sampai titik darah penghabisan. Dalam suratnya yang dikirim kepada Al Fatih, kaisar menyampaikan: bahwa ia bersyukur kepada Tuhan jika sultan menawarkan perdamaian dan bahwa ia bersedia membayar jizyah kepadanya. Namun untuk Konstantinopel, ia telah bersumpah untuk melindunginya hingga nafas terakhir dalam hidupnya: jika tidak berhasil menjaga singgasananya, maka ia akan dikuburkan di bawah pagar-pagar benteng kota itu.

Setelah tidak mungkin memasuki kota secara damai, Al Fatih mengintensifkan serangan. Sampai-sampai meriam sultan yang besar meledak karena terlalu sering digunakan.

Pada tanggal 18 Jumadal Ula tepat dengan hari Ahad tanggal 27 juni, sultan mengarahkan pasukannya untuk meningkatkan kekusyukan, mensucikan diri, dan mendekatkan diri pada Allah dengan shalat. Pada hari itu Al Fatih juga turun sendiri ke lapangan untuk mencari tahu tembok mana yang sudah lemah dan memustuskan titik lokasi penyerangan di tembok yang sudah lemah.

Pada hari berikutnya, Al Fatih mengumpulkan petinggi militernya. Beliau menyampaikan khutbah : “Apabila penahlukan Konstantinopel terwujud untuk kita, maka terbuktilah salah satu hadist Rasulullah dan salah satu kemukjizatannya kepada kita. Akan menjadi keberuntungan bagi kita mendapatkan penghormatan dan pemuliaan yang ada dalam hadist ini. Karenanya sampaikanlah kepada semua prajurit kita, satu per satu, bahwa kemenangan besar yang akan kita raih akan menambah kemuliaan dan keagungan islam. Setiap prajurit harus selalu letakkan ajaran syariat agama kita di depan matanya. Jangan sampai ada seorang pun melakukan hal yang bertentangan dengan dengan ajaran-ajaran ini. Hindarilah gereja dan tempat ibadah, jangan sampai ada yang mengganggunya! Biarkanlah para pendeta dan orang-orang lemah yang tak ikut berperang! “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s