Kenaikan BBM = Kesejahteraan atau Kesengsaraan Rakyat

ImageImage              Oleh: Alvian Ramadhani

Malam ini hampir seluruh SPBU dibanjiri oleh masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) sebelum terjadi kenaikan harga. Karena malam ini, pemerintah akan mengumumkan harga BBM bersubdi. Dikutip dari Republika.co.id, “Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan diumumkan Jumat (21/6) malam ini”. Bagi masyarakat, ini adalah kesempatan terakhir untuk mendapatkan BBM dengan harga murah.  

                Kebijakan ini sebenarnya juga telah mengalami penolakan dari beberapa pihak. Kita bisa lihat aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh beberapa waktu lalu, dan bahkan mala mini masih juga terjadi aksi demonstrasi dibeberapa titik untuk menyuarakan penolakan terhadapa rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Di ruang parlemen pun juga tak kalah ramai. Beberapa partai politik seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra, dan Hanura. Namun, partai-partai ini kalah pada saat voting dengan partai-partai yang setuju dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.

                Kenaikan harga BBM bersubsudi jelas membawa dampak yang signifikan terhadap kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Bahkan sebelum harga BBM bersubsidi yang baru diberlakukan, barang-barang kebutuhan pokok sudah mengalami kenaikan harga. Sungguh ironi memang, menjelang bulan Ramadhan dan lebaran di mana kebutuhan akan bahan-bahan pokok sedang tinggi, belum lagi di masa-masa sekarang banyak orang tua yang sedang mencarikan anak-anaknya sekolah. Sebenarnya masyarakat dalam waktu dekat ini, sedang mengalami tekanan ekonomi yang hebat. Namun, seolah pemerintah tidak mengindahkan kondisi ini.

Pemerintah selaku pembuat kebijakan selalu mengatakan bahwa pengurangan subsidi BBM ini adalah sebuah upaya untuk menyelamatkan keuangan Negara. Kondisi ini membuat kita semua bertanya, sebenarnya pemerintah berpihak kepada siapa. Meminjam penggalan puisi WS Rendra, “Maksud baik saudara untuk siapa, dan saudara berada dipihak yang mana?”  ///AR

               

               

MANFAAT PIKNIK BAGI ANAK-ANAK

        ImageOleh : Alvian Ramadhani, S.Pd.

Beberapa waktu kedepan kita akan masuk di masa liburan sekolah. Tempat-tempat wisata pun akan dibanjiri pengunjung, baik dari rombongan sekolah, keluarga atau kelompok masyarakat untuk berekreasi. Rekreasi/berwisata atau lebih sering kita sebut sebai piknik merupakan aktivitas yang bertujuan untuk mendapatkan kepuasan serta merehatkan badan dan fikiran. Dan, piknik biasanya dilakukan pada masa-masa liburan, seperti beberapa waktu ke depan yaitu saat liburan sekolah. Khususnya bagi anak-anak, pergi piknik adalah waktu yang sangat ditunggu-tunggu.

Adapun manfaat dari piknik bagi anak akan kita bahas bersama. Piknik akan membuat anak melupakan beban aktifitas rutin, seperti: mengerjakan tugas-tugas sekolah. Pada saat piknik anak akan mendapatkan suasana senang, sehingga ini dapat mengurangi tingkat stres anak dalam menghadapi rutinitas. Tingkat stress yang berlebihan pada anak akan membuat anak cepat lelah pada saat belajar, kurang memiliki keceriaan diri, dan menjadi pribadi yang tertutup.

Pada saat piknik, anak akan mendapatkan pengalaman baru. Karena anak akan melihat sebuah tempat baru atau tempat yang tidak biasa dikunjungi. Di tempat yang baru dikunjungi anak-anak akan menemukan sesuatu yang tidak biasa ditemukan di lingkungan rumah atau sekolah. Pengalaman ini akan bermanfaat bagi anak untuk mengembangkan daya imajinasi atau kreatifitas anak. Selain itu ini juga bisa menguatkan dari apa yang sudah dipelajari di sekolah. Misalnya: di sekolah diajarkan tentang laut, pada saat piknik di laut anak akan mendapatkan visualisasi langsung tentang seperti apa laut, ada apa saja di laut dan lain sebagainya.

Pengalaman baru yang didapatkan pada saat piknik juga dapat merangsang kemampuan komunikasi anak. Pengalaman baru yang dilihat akan merangsang anak untuk menceritakan apa yang dilihat pada saat piknik kepada teman atau keluarga yang lain. Pada saat anak melihat sesuatu yang baru di lokasi piknik akan merangsang anak untuk bertanya kepada orang tua perihal sesuatu yang dilihatnya. Proses ini akan merangsang peningkatan kemampuan komunikasi anak.

Dengan piknik anak-anak juga akan belajar tentang menghargai yang lain. Karena mungkin lokasi piknik yang dituju mempunyai perbedaan secara budaya. Ini akan merangsang kemampuan anak untuk dapat menghargai perbedaan. Untuk itu sangatlah penting orang tua mendampingi anak-anak pada saat pergi piknik, karena anak-anak akan membutuhkan bimbingan untuk mendapatkan pengalaman baru dan juga untuk memberi pemahaman dari apa yang dilihatnya.

Piknik tidaklah harus mahal, karena sekarang banyak tempat-tempat wisata yang murah untuk dikunjungi bersama dengan anak-anak. Misalnya mengajak anak jalan-jalan mengunjungi museum, mengajak anak berenang dan lain-lain. Dan yang tak kalah penting lagi adalah kesadaran orang tua untuk mau meluangkan waktu mengajak anak-anaknya pergi piknik. 

SUNGAI CODE : ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

Oleh: Alvian Ramadhani, S. Pd (Pemuda Sungai Kota Jogja)

Sungai Code adalah salah satu sungai yang melintasi Kota Yogyakarta. Sungai yang bermata air di kaki Gunung Merapi ini memiliki arti yang sangat penting bagi penduduk provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kota Yogyakarta. Di daerah Sleman dan Bantul, air sungai Code dimanfaatkan untuk pengairan persawahan dan dipergunakan juga sebagai sumber air minum. Sungai ini juga memiliki arti penting bagi berdirinya Kerajaan Mataram di Yogyakarta.

Beberapa waktu yang lalu setelah erupsi merapi, sungai yang membelah kota Yogyakarta ini mengalami banjir lahar dingin. Banjir ini diakibatkan oleh gugurnya atau hanyutnya lahar dingin yang mengendap di kubah Gunung Merapi, sebagai akibat dari hujan yang terjadi di wilayah hulu sungai Code yaitu GunungMerapi. Endapan lahar yang berada di puncak Gunung Merapi dipastikan akan selalu menyebabkan banjir apabila terguyur hujan. Lahar yang berisi lumpur dan material akan hanyut dan mengalir melalui sungai code, yang menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat, khususnya di sepanjang bantaran Sungai Code. Apabila banjir lahar dingin melanda, tak jarang sampai air sungai meluap di pemukiman warga. Banyak rumah yang rusak atau hanyut terkena terjangan banjir lahar dingin tersebut, khususnya di Kota Yogyakarta.

Secara demografi, penduduk di bantaran sungai Code sangat padat. Di satu sisi ini menjadi potensi munculnya permasalahan, seperti sampah dan lain-lain. Kepadatan penduduk ini otomatis juga diikuti minimnya ruang public, khususnya tempat bermain bagi anak-anak. Lahan yang tersedia banyak digunakan untuk pembuatan rumah tempat tinggal. Minimnya ruang publik ini akan menghambat perkembangan anak-anak, karena masa anak-anak adalah masa bermain untuk belajar.

Kalau kita menengok sungai Code beberapa puluh tahun yang lalu, kita akan mendapati sungai banyak anak-anak bermain di sungai. Sungai menjadi tempat yang menyenangkan untuk bermain. Anak-anak bisa menangkap ikan, berenang atau mandi di sungai, dan juga membuat “kapal” dari batang pisang kemudian dinaiki. Saat ini sangat langka sekali kita bisa menemukan kondisi ini, bahkan bisa dikatakan tidak ada. Sungai Code menjadi tempat yang kurang memiliki daya tarik, bahkan banyak orang tua melarang anaknya bermain di sungai karena takut terkena penyakit kulit atau terkenan pecahan kaca.

Minimnya ketersediaan ruang public di bantaran sungai, khususnya sungai code mengilhami Rumah Inspirasi untuk membuat konsep menjadikan Sungai Code sebagai ruang untuk bermain dan belajar. Konsep ini pernah kami uji cobakan beberapa kali untuk menentukan permainan yang tepat, baik dari standar keamanan, nilai rekreasi dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang ada.

Manakala sungai Code menjadi ruang public, di mana anak-anak khususnya bisa bermain sambil belajar di sana. Secara tidak langsung kita mendorong masyarakat untuk menjaga dan merawat sungai. Misalnya dengan tidak membuang tempat sampah di sungai, dan rutin membersihkan sampah serta barang-barang yang berbahaya. Optimalisasi sungai Code sebagai arena belajar dan bermain juga akan mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat sekitar, lingkungan sekitar sungai menjadi bersih, dan ini bisa menjadi pusat wisata edukatif di tengah perkotaan yang terjangkau.

Untuk menyulap sungai Code menjadi arena belajar dan bermain membutuhkan peran serta masyarakat dan pemerintah khususnya Kota Yogyakarta. Masyarakat menjadi garda depan untuk menjadi eksekutor, menciptakan ilkim, membuat , dan menejemen pengelolaan. Sementara pemerintah memberikan bantuan dengan kebijakan anggaran dan melakukan monitoring serta evaluasi perkembangan pembangunan. Ketika ini dapat dilakukan secara baik, bantaran sungai yang biasanya diasumsikan sebagai wilayah yang padat, kumuh dan banyak permasalah sosial akan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. AR//

 

Dolanan Anak : Bermain Tak Harus Canggih dan Mahal

 

Image

 Zaman memang sudah berubah. Sekitar 30-40 tahun silam, setiap bulan purnama tiba selalu digelar permainan yang dilakukan oleh anak-anak di kampung. Anak-anak bermain, berlarian, bercengkerama, membentuk lingkaran sambil menyanyikan lagu rakyat “dolanan ing jaba”, yang berisi ajakan untuk tidak menyia-nyiakan kehadiran bulan purnama. Di bawah terang sinar bulan, ada beragam dolanan anak yang dimainkan. Jamuran, gobak shodor, cublak-cublak suweng, sampai yang permainan yang paling sederhana, yaitu jethungan (petak umpet).

Adakah dolanan seperti itu di saat sekarang? Ketika anak-anak lebih suka meminta uang saku orang tua untuk pergi ke rental play station, lebih suka diajak orang tua ke arena permainan di mall, dan lebih suka menyendiri di kamar dengan game di ponselnya. Bahkan bisa jadi, anak-anak sekarang sudah tak lagi mengenal ragam dolanan anak negeri ini.

Meski tak canggih, dolanan anak memiliki sisi positif, karena mampu melatih anak bersosialisasi dengan lingkungannya. Menurut Dra.Hastaning Sakti, Psi.Mkes,”Permainan tradisional seperti bekelan atau dakon dapat melatih anak belajar bekerja sama, saling memahami, bersabar, melatih kepekaan, dan saling pengertian”. Ini yang tidak bisa didapatkan dari permainan modern, karena permainan anak modern lebih bersifat individual, bahkan berkesan anti-sosial. 

            Kegagapan orang tua menangkap perkembangan teknologi juga menjadi salah satu penyebab semakin tersisihkannya dolanan anak. Padahal memilihkan mainan untuk anak itu sangatlah penting, karena permainan yang dimainkan oleh anak akan mempengaruhi perkembangannya. Saatnya orang tua lebih bijak memilihkan permainan bagi anak. Permainan dengan teknologi canggih dan mahal belum tentu baik bagi perkembangan anak. AR//

 

Gambar : Dolanan Bocah Tradisional Images by Wahid Ar from Jogja FB Fan Page  to Jogjaicon 2012