Ditolak Perusahaan Karena Difabel, Irma Pengusaha Keset Beromset 850 Juta Per Bulan

http://us.m.mytrans.com/video/2014/12/05/1/40/41/37238/ditolak-perusahaan-karena-difabel-irma-pengusaha-keset-beromset-850-juta-per-bulan

Advertisements

MUHAMMAD AL FATIH “Penahlukan Konstantinopel”…. 3

Rasa takut kembali menghinggapi pasukan penjaga kota saat pasukan ustmani membuat benteng kayu yang tinggi dan besar, yang dapat bergerak dan terdiri dari 3 tingkat. Pada tingkat atas bersiap pasukan pemanah, yang akan memanah siapa saja yang kepalanya muncul di atas benteng.

Muhammad Al Fatih semakin yakin kalau kota ini tidak lama lagi akan jatuh. Meskipun demikian, beliau tetap berusaha memasuki kota ini secara damai. Negosiasi pun dilakukan, namun kaisar menolak dan memilih perang sampai titik darah penghabisan. Dalam suratnya yang dikirim kepada Al Fatih, kaisar menyampaikan: bahwa ia bersyukur kepada Tuhan jika sultan menawarkan perdamaian dan bahwa ia bersedia membayar jizyah kepadanya. Namun untuk Konstantinopel, ia telah bersumpah untuk melindunginya hingga nafas terakhir dalam hidupnya: jika tidak berhasil menjaga singgasananya, maka ia akan dikuburkan di bawah pagar-pagar benteng kota itu.

Setelah tidak mungkin memasuki kota secara damai, Al Fatih mengintensifkan serangan. Sampai-sampai meriam sultan yang besar meledak karena terlalu sering digunakan.

Pada tanggal 18 Jumadal Ula tepat dengan hari Ahad tanggal 27 juni, sultan mengarahkan pasukannya untuk meningkatkan kekusyukan, mensucikan diri, dan mendekatkan diri pada Allah dengan shalat. Pada hari itu Al Fatih juga turun sendiri ke lapangan untuk mencari tahu tembok mana yang sudah lemah dan memustuskan titik lokasi penyerangan di tembok yang sudah lemah.

Pada hari berikutnya, Al Fatih mengumpulkan petinggi militernya. Beliau menyampaikan khutbah : “Apabila penahlukan Konstantinopel terwujud untuk kita, maka terbuktilah salah satu hadist Rasulullah dan salah satu kemukjizatannya kepada kita. Akan menjadi keberuntungan bagi kita mendapatkan penghormatan dan pemuliaan yang ada dalam hadist ini. Karenanya sampaikanlah kepada semua prajurit kita, satu per satu, bahwa kemenangan besar yang akan kita raih akan menambah kemuliaan dan keagungan islam. Setiap prajurit harus selalu letakkan ajaran syariat agama kita di depan matanya. Jangan sampai ada seorang pun melakukan hal yang bertentangan dengan dengan ajaran-ajaran ini. Hindarilah gereja dan tempat ibadah, jangan sampai ada yang mengganggunya! Biarkanlah para pendeta dan orang-orang lemah yang tak ikut berperang! “

MUHAMMAD AL FATIH “Penahlukan Konstantinopel”… 2

Pada tanggal 18 April, meriam-meriam berhasil menghancurkan pagar yang terletak di lembah Lycus di bagian barat. Perang semakin berkecamuk, namun karena celah terlalu sempit banyak pasukan Muslimin terkena panah, tombak dan lemparan-lemparan yang lain. Setelah dirasa cukup menghadirkan ketakutan, pada malam hari Al Fatih mengeluarkan perintah untuk menarik mundur pasukannya.

Pada hari yang sama, pasukan laut juga menyerang Teluk Tanduk Emas dengan menghancurkan rantai-rantai. Namun, pasukan Byzantium dan pasukan dari persatuan Eropa berhasil menghadang armada laut Islam dan menghancurkan beberapa kapal.

Dua hari setelah pertempuran pada tanggal 18 April, Al Fatih memimpin langsung pertempuran armada laut Ustmani dengan beberapa kapal Eropa yang berusaha untuk sampai di Teluk Tanduk Emas untuk memberikan bantuan pasukan laut Byzantium. Al Fatih mengirimkan pesan kepada armada lautnya, “Pilihanmu adalah menguasai kapal-kapal tersebut atau menenggelamkannya. Jika engkau tidak berhasil, maka jangan kembali lagi dalam keadaan hidup.”

Sebuah ide cemerlang muncul dalam benak Muhammad Al Fatih. Yaitu memindahkan kapal-kapal menuju Teluk Tanduk Emas melalui jalur darat dengan cara menariknya. Jarak tempuh yang harus dilalui sekitar tiga mil dengan medan perbukitan terjal.

Kapal-kapal mulai berjalan dari Teluk Bosporus menuju daratan, kemudian ditarik di atas kayu yang sudah diolesi minyak dan lemak. Pasukan Ustmani berhasil menarik lebih dari tujuh puluh kapal laut. Pada saat musuh sedang lalai, kapal-kapal itu kemudian diturunkan di Teluk Tanduk Emas. Operasi ini dilakukan pada malam hari, dan dipimpin langsung oleh Muhammad Al Fatih. Semua operasi ini dilakukan dalam satu malam.

Salah seorang ahli sejarah Byzantium mengungkapkan kekagumannya : “Kami tidak pernah melihat dan mendengarkan hal yang luar biasa seperti ini. Muhammad Al Fatih telah mengubah tanah menjadi laut dan menyeberangkan kapal-kapalnya di atas bukit sebagai pengganti gelombang. Muhammad Al Fatih benar-benar mengungguli Aleksander The Great dengan apa yang ia lakukan. ”

Keberadaan kapal-kapal kaum Muslimin di Teluk Tanduk Emas mempunyai peranan besar. Para prajurit pelindung kota dapat dilemahkan, sehingga memaksa pasukan yang berjaga di benteng lain untuk memperkuat benteng di Teluk Tanduk Emas. Memang di Teluk tersebut adalah benteng terlemah, namun karena dilindungi oleh rantai sehingga pasukan Byzantium lalai dan hanya berfokus melindungi benteng-benteng yang lain.

Pasukan Ustmani juga melakukan hal yang mengagumkan. Mereka membuat lubang-lubang terowongan di bawah tanah dari berbagai lokasi untuk masuk ke dalam kota. Namun, straregi ini diketahui oleh pasukan Byzantium. Pasukan Byzantium menggali terowongan agar pasukan Muslimin mengira itulah terowongan jalan masuk menuju kota. Namun, tiba – tiba pasukan Muslimin dikejutkan oleh siraman minyak dan kemudian dibakar. Sehingga pasukan Muslimin mengalami sesak nafas dan yang lain terbakar.

Kegagalan itu lantas tak menyurutkan semangat kaum Muslimin. Mereka mulai menggali lagi terowongan di tempat yang berbeda. Terowongan itu dibuat memanjang dari Akra Pabu dan tepian Teluk Tanduk Emas. Terowongan ini terus dibuat sampai akhir-akhir masa pengepungan. Ini menyebabkan masyarakat Konstantinopel mengalami ketakutan yang luar biasa.

MUHAMMAD AL FATIH “Penahlukan Konstantinopel”…. 1

“Sungguh Konstantinopel akan ditahlukkan. Sebaik-sebaik pemimpin adalah penahluknya dan sebaik-sebaik pasukan adalah pasukannya”. (HR. Ahmad).

Sudah kira-kira 800 tahun lamanya, mimpi penahlukan Konstantinopel tersimpan rapi dalam lembaran-lembaran kitab hadist. Sekitar 11 kali percobaan telah dilakukan oleh tokoh-tokoh besar, salah satunya Abu Ayub Al – Anshari yg makamnya ditemukan di dekat benteng Konstantinopel. Namun, sosok Sultan Ustsmany (Dinasti Ustmaniyah) yang digelari Muhammad Al Fatih yg pada waktu itu berusia 25 tahun yg mampu mewujudkannya sejarah besar penahlukan Konstantinopel.

Konstantinopel adalah kota yang dikelilingi perairan laut di ketiga arahnya : Teluk Bosporus, Laut Marmara dan Teluk Tanduk Emas yang terlindungi rangkaian rantai besi yang sangat besar, sehingga dapat menahan kapal yang akan masuk ke kota tersebut. Kota yang berbentuk segitiga ini, dua sisinya dikelilingi laut dan sisi yang ketiga diliputi dua lapis pagar dan parit. Pagar pertama tingginya 25 kaki dan tebalnya 10 meter, pagar kedua tingginya 40 kaki dengan tebal 15 meter dan dilengkapi dengan beberapa menara yang masing-masing tingginya 60 kaki. Sementara lebar paritnya 60 kaki dengan kedalamannya 10 meter. Dari arah laut, kota ini juga dijaga oleh 400 kapal. Dari sudut pandang militer, kota itu adalah kota yang terbaik pertahanannya.

Bersama 250 ribu prajurit dan armada yang membawa meriam bergerak dari Ardema menuju Konstantinopel. Setelah 2 bulan pasukan pun tiba di Konstantinopel, tepat pada hari Kamis, 26 Rabi’ul Awwal 857 H/6 April 1453 M.

Pada hari berikutnya, Muhammad Al Fatih mulai membagi pasukan daratnya di depan pagar luar kota Konstantinopel. Al Fatih juga menyiapkan pasukan alternarif untuk berjaga di belakang pasukan utama dan memasang meriam-meriam di depan pagar-pagar, dan salah satu meriam yang paling fenomenal adalah meriam raksasa (Meriam Sultan yang dibuat oleh Ourban) yang dipasang di depan pintu Thop Kapi. Pada saat yang sama, armada laut ustmani juga tersebar diperairan yang mengelilingi kota, hanya saja mereka tidak berhasil mencapai Teluk Tanduk Emas karena ada rantai besar yang menghalangi kapal untuk masuk. Namun, armada laut ustmani mampu menguasai pulau-pulau yang ada di Laut Marmara.

Pasukan Byzantium tak tinggal diam. Mereka mendistribusi pasukan di atas pagar benteng dan memperkuat penjagaan.  Pasukan Byzantium juga mendapatkan bantuan dari salibis.

Meriam-meriam ustmani mulai ditembakkan dan berhasil menghancurkan beberapa pagar yang mengelilingi kota. Pasukan laut ustmani berusaha melewati ranrai-rantai, namun gagal. Namun, pasukan ustmani yang dipimpin langsung oleh Muhammad Al Fatih tetap bertahan mengepung kota. Sementara Pasukan Byzantium yang dipimpin Constantin tetap melakukan perlawanan untuk melindungi kota, sembari terus menerus memberikan tawaran kepada Muhammad Al Fatih agar menarik mundur pasukannya dengan imbalan harta, ketertundukan dan tawaran lainnya. Namun, Muhammad Al Fatih menolak. Beliau memberikan tawaran agar kota Konstantinopel diserahkan dan dengan begitu beliau berjanji tidak akan mengganggu penduduk dan gereja-gerejanya.

Ini salah satu surat yang dikirim oleh Muhammad Al Fatih, “Maka hendaknya kekaisaran Anda menyerahkan Kota Konstantinopel kepadaku, dan saya bersumpah bahwa pasukan saya tidak akan mengganggu seorang pun dari penduduk kota ini, baik jiwa, harta dan kehormatannya. Dan, siapa yang tetap mau tinggal dan mau tinggal di kota tersebut, maka ia akan aman dan selamat. Dan siapa yang ingin meninggalkan kemana saja ia mau, maka ia juga akan aman dan selamat”.

MEREKA BUKAN ANAK BODOH TAPI ANAK BERKESULITAN BELAJAR SPESIFIK (ABBS)

ImageOleh : Alvian Ramadhani

Dalam praktek pendidikan khsusunya di sekolah umum, kita kerap kali menenumi anak-anak yang mengalami permasalahan belajar secara spesifik. Misalnya: tidak bisa membaca dan tidak bisa berhitung. Anak-anak seperti ini kerap kali mendapat stempel sebagai anak bodoh, karena kesulitan belajar anak biasanya berdampak pada prestasi belajar. Kadang anak-anak seperti ini sering kali tinggal kelas dikarenakan tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Kita juga mengenal beberapa tokoh dunia yang mengalami kesulitan belajar spesifik, seperti: Thomas Edison yang saat kecil disebut abnormal dan terbelakang mental. Dalam diarinya dia bercerita tidak pernah bertahan lama di sekolah, selalu mendapatkan rangking bawah dan ayahnya pun memanggilnya si Bodoh. Seperti halnya Thomas Edison, Albert Einstein juga tidak mampu bicara sampai usia 3 tahun dan pada usia 7 tahun baru mampu menggabungkan kata. Gurunya mengatakan, “tidak ada yang special”.  Albert mengalami kesulitan untuk menulis, bahkan sampai dewasa. Inilah contoh kisah ABBS (Anak Berkesulitan Belajar Spesifik).

Menurut Federal law atau hukum feder, istilah “kesulitan belajar spesifik”  menerangkan semua anak yang mengalami gangguan pada satu atau lebih proses psikologis dasar yang melibatkan pemahaman atau bahasa, lisan atau tulisan di mana gangguan yang terjadi dapat termanifestasikan menjadi kemampuan yang tidak sempurna untuk mendengar, berfikir, berbicara, membaca, mengeja, atau mengerjakan perhitungan matematika.

Hasil riset yang dilakukan (Harwell, 2001) ditemukan beberapa penyebab kesulitan belajar, antara lain: faktor keturunan atau bawaan, prematur, gangguan semasa kehamilan dan saat melahirkan, janin tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi, ibu merokok dan minum alcohol selama masa kehamilan, mendapat trauma pasca kelahiran, seperti: demam tinggi, trauma kepala, pernah tenggelam, pada masa anak-anak sering berhubungan dengan aluminium, arsenic, merkuri/raksa, dan neurotoksin.  

Dampak kesulitan belajar yang paling mudah kita lihat dan temukan adalah dampak psikologis, seperti: kesulitan membaca, kesulitan berhitung, dan kesulitan belajar menulis. Minimnya wawasan orang tua tentang layanan bagi anak berkesulitan belajar spesifik dan kurangnya kasih sayang sering kali memperburuk kondisi anak. Yang terpenting dan perlu disadari oleh orang tua, guru dan masyarakat adalah tidak ada anak bodoh. Paradigma ini harus digunakan untuk pendekatan kepada anak berkesulitan belajar spesifik, sehingga orang tua, masyarakat dan juga guru akan bisa memberikan layanan yang tepat bagi anak. AR//